Khianat
Degup mengencang
Kala detak berteriak lantang
Dentangkan kalimat yang sebelumnya selalu rumpang
Rumpang tak terselesaikan karena kata yang hilang
Hingga yang terbingkai hanya bayang usang tak terbuang
Tentang kau yang pulang ...
Tapi kau ...tetap tak bisa ku jelang
Kau nadir diantara bulir takdir
Puisi hidup yang terlahir
dari Sang Maha Penyair
Namun tafsir fakir getir mencibir
Aku yang tersihir
Oleh fikir pandir ...
yang tak sanggup kuusir
Mencari dalih untuk beralih
Dari asih perih yang gigih enggan menyisih
Asih tanpa pamrih yang tak letih tertatih
Menata hati ringkih yang pedih oleh lirih nyanyian sedih
Rasa yang tak terpilih
Coba berdelik kelabui detik
Jiwa terusik hendak laut kucabik
Saat badik rasa ...sembarang membidik asa
Luka hati gemakan pekik lara
Muntahkan lirik picik
Ini epik pelik...yang tak mungkin berakhir ...apik
Kala detak berteriak lantang
Dentangkan kalimat yang sebelumnya selalu rumpang
Rumpang tak terselesaikan karena kata yang hilang
Hingga yang terbingkai hanya bayang usang tak terbuang
Tentang kau yang pulang ...
Tapi kau ...tetap tak bisa ku jelang
Kau nadir diantara bulir takdir
Puisi hidup yang terlahir
dari Sang Maha Penyair
Namun tafsir fakir getir mencibir
Aku yang tersihir
Oleh fikir pandir ...
yang tak sanggup kuusir
Mencari dalih untuk beralih
Dari asih perih yang gigih enggan menyisih
Asih tanpa pamrih yang tak letih tertatih
Menata hati ringkih yang pedih oleh lirih nyanyian sedih
Rasa yang tak terpilih
Coba berdelik kelabui detik
Jiwa terusik hendak laut kucabik
Saat badik rasa ...sembarang membidik asa
Luka hati gemakan pekik lara
Muntahkan lirik picik
Ini epik pelik...yang tak mungkin berakhir ...apik
mantap ,lanjutkan terus 👍
BalasHapus